
Rahasia Liburan Hemat dengan Sewa Mobil Sharing di Lombok
October 6, 2025
Mengapa Layanan 24 Jam Sewa Mobil Sangat Penting di Lombok?
October 8, 2025Pendahuluan
Lombok, pulau eksotis di Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai destinasi wisata favorit dunia berkat pantai berpasir putih, budaya Sasak yang khas, dan keindahan alam yang masih alami. Banyak wisatawan memilih sewa mobil di Lombok untuk menjelajahi pulau ini secara fleksibel — dari Pantai Kuta Mandalika hingga Air Terjun Sendang Gile di kaki Gunung Rinjani.
Namun, sebelum menginjak pedal gas dan berkeliling Lombok, ada satu hal penting yang sering terlewatkan oleh para pelancong: etika dan aturan berkendara lokal. Setiap daerah memiliki karakter dan kebiasaan berkendara yang berbeda, dan memahami aturan ini sangat penting untuk menjaga keselamatan, menghormati budaya setempat, serta menghindari masalah hukum di jalan.
Artikel ini akan menjadi panduan lengkap untuk wisatawan yang ingin berkendara dengan aman dan santun di Lombok — baik menggunakan mobil sewa pribadi maupun layanan dengan sopir profesional.
1. Pahami Peraturan Lalu Lintas Dasar
Meski Lombok termasuk bagian dari Indonesia, beberapa aturan tidak tertulis sering dijumpai di jalan. Namun secara umum, semua wisatawan yang mengemudi wajib memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) yang sah dan membawa STNK kendaraan.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
-
Kanan untuk menyalip, kiri untuk berjalan pelan.
-
Gunakan sabuk pengaman di semua kursi depan.
-
Dilarang menggunakan ponsel saat mengemudi.
-
Batas kecepatan di area wisata umumnya 40–60 km/jam.
-
Selalu bawa identitas diri (paspor atau KTP) saat bepergian.
Sebelum berkendara, pastikan kendaraan yang Anda gunakan dari agen terpercaya seperti Bina Trans Lombok. Mereka menyediakan layanan sewa mobil lepas kunci maupun dengan sopir berpengalaman, lengkap dengan dokumen resmi dan asuransi perjalanan.
2. Hormati Pengguna Jalan Lain
Salah satu aspek penting dalam etika berkendara di Lombok adalah saling menghormati. Penduduk lokal dikenal ramah, dan hal itu juga tercermin dalam cara mereka berinteraksi di jalan.
Beberapa etika dasar yang sebaiknya Anda terapkan:
-
Jangan membunyikan klakson berlebihan; gunakan hanya untuk memberi isyarat, bukan untuk memaksa.
-
Jika ada pengguna jalan ingin menyeberang, kurangi kecepatan dan beri kesempatan.
-
Di daerah pedesaan, Anda mungkin sering melihat anak-anak, hewan ternak, atau warga berjalan di pinggir jalan. Tetap waspada dan jangan melaju kencang.
-
Hindari menyalip dari sisi kiri, terutama di jalan sempit atau berliku.
3. Ketahui Karakter Jalan di Lombok
Topografi Lombok bervariasi — dari jalan pesisir datar hingga tanjakan curam di kawasan Sembalun atau Senaru. Karenanya, pengemudi harus selalu siap menghadapi berbagai kondisi jalan.
Beberapa tips aman:
-
Gunakan gigi rendah saat melewati tanjakan panjang di kawasan utara.
-
Periksa kondisi rem dan ban sebelum berangkat jauh.
-
Hindari berkendara malam hari di area pedalaman karena minim penerangan jalan.
-
Waspadai hewan liar yang kadang melintas, terutama di jalan menuju Pantai Pink atau Jerowaru.
4. Etika Parkir dan Berhenti
Bagi wisatawan yang membawa mobil sewaan, parkir juga menjadi bagian penting dari etika berkendara. Beberapa destinasi wisata memiliki aturan parkir lokal yang perlu diperhatikan.
-
Parkirlah di area resmi atau di tempat yang dijaga juru parkir (biasanya bertanda rompi).
-
Jangan parkir di bahu jalan sempit karena dapat menghambat kendaraan lain.
-
Di kawasan wisata populer seperti Pantai Senggigi atau Mandalika Circuit, selalu perhatikan papan petunjuk parkir dan tarif resmi.
-
Hindari memberikan tips berlebihan kepada juru parkir — cukup dengan tarif normal yang berlaku.
5. Hargai Budaya dan Kebiasaan Lokal
Selain soal aturan berkendara, Lombok juga memiliki norma budaya yang patut dihormati. Misalnya, ketika melintas di area desa atau jalan kecil, warga sering melakukan kegiatan adat atau gotong royong.
-
Jika melihat rombongan masyarakat sedang upacara adat di jalan, turunkan kecepatan atau berhenti sejenak sebagai bentuk penghormatan.
-
Hindari membunyikan klakson keras di dekat tempat ibadah seperti masjid atau pura.
-
Gunakan pakaian sopan saat berhenti di area desa wisata seperti Desa Sade atau Bayan.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang budaya dan etika masyarakat Sasak, Anda bisa membaca panduan lengkap di situs resmi Dinas Pariwisata NTB yang menyediakan informasi tentang etika berwisata di Lombok.
6. Gunakan Sopir Lokal Jika Belum Terbiasa
Jika ini pertama kalinya Anda berkendara di Lombok, sebaiknya pertimbangkan menggunakan layanan sopir wisata berpengalaman. Sopir lokal umumnya sudah hafal medan jalan, tahu waktu terbaik untuk berangkat, dan paham bagaimana bersikap terhadap penduduk lokal.
Layanan seperti Bina Trans Lombok menyediakan opsi sewa mobil + sopir profesional yang siap menemani perjalanan ke berbagai destinasi wisata, mulai dari Pantai Kuta Mandalika, Bukit Merese, hingga Air Terjun Tiu Kelep. Dengan begitu, Anda bisa fokus menikmati liburan tanpa khawatir soal arah, bahan bakar, atau risiko pelanggaran lalu lintas.
7. Persiapkan Dokumen & Perlengkapan Berkendara
Sebelum berangkat, pastikan Anda sudah membawa:
-
SIM A (atau SIM Internasional jika turis asing)
-
STNK kendaraan
-
Identitas pribadi (KTP/paspor)
-
Google Maps offline untuk navigasi tanpa sinyal
-
Ponsel dengan baterai penuh dan power bank
Selain itu, pastikan mobil memiliki ban serep, dongkrak, dan P3K standar. Meski sepele, hal ini bisa sangat membantu saat terjadi keadaan darurat di jalan.
Kesimpulan
Berkendara di Lombok tidak hanya soal menguasai kemudi, tetapi juga tentang menghargai budaya dan keselamatan bersama. Dengan memahami etika dan aturan lokal, perjalanan Anda akan jauh lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.
Sebelum berangkat, pastikan Anda menyewa kendaraan dari agen terpercaya seperti Bina Trans Lombok, yang menyediakan armada terawat, sopir profesional, dan pelayanan 24 jam. Dengan begitu, Anda bisa menikmati keindahan Mandalika, Senggigi, hingga Rinjani tanpa khawatir soal transportasi.
Lombok menunggu untuk dijelajahi — jadilah wisatawan yang bijak dan bertanggung jawab di jalan. Dengan menjaga etika, Anda bukan hanya melindungi diri sendiri, tapi juga ikut menjaga harmoni dan keramahan khas Pulau Seribu Masjid ini.




